Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Senat AS Pecah Rekor, Pidato selama 25 Jam untuk Memprotes Kebijakan Donald Trump
Anggota Senat AS Cory Booker memecahkan rekor dengan menyampaikan pidato terpanjang yakni selama 25 jam 5 menit.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
TRIBUNNEWS.COM - Senator Demokrat Cory Booker memecahkan rekor dengan menyampaikan pidato maraton selama 25 jam untuk memprotes kebijakan Presiden AS Donald Trump.
Dilaporkan oleh CBS News, pidatonya dimulai pada Senin (31/3/2025) malam waktu setempat dan berlangsung selama lebih dari 25 jam sebelum berakhir pada Selasa malam, atau Rabu pagi ini waktu Indonesia.
Dengan total durasi 25 jam dan lima menit, pidato Booker kini menjadi yang terpanjang dalam sejarah Senat AS, mengalahkan rekor pidato Senator Strom Thurmond selama 24 jam dan 18 menit pada tahun 1957.
Meskipun banyak senator secara historis menggunakan pidato panjang untuk melakukan filibuster—taktik di Senat AS yang digunakan untuk menunda atau memblokir pemungutan suara terhadap sebuah RUU atau nominasi—pidato Booker bukanlah filibuster karena tidak disampaikan dalam debat mengenai tindakan khusus untuk memblokir suatu RUU.
Saat mulai berpidato, Booker, yang berusia 55 tahun dan pertama kali masuk Senat pada 2013, serta kini menduduki peringkat keempat di antara senator Demokrat, mengatakan bahwa ia akan terus berbicara selama dirinya masih mampu secara fisik.
Saat matahari terbit pada Selasa pagi hingga sepanjang hari, ia tetap berpidato dari lantai Senat.

Dalam sebuah pernyataan pers, kantor Booker mengungkapkan, ia datang berpidato dengan membawa 1.164 halaman materi yang telah disiapkan.
Booker melewati rekor pada pukul 19.19 waktu setempat, tetapi terus melanjutkan pidatonya.
Ia akhirnya menyelesaikan pidatonya pada pukul 20.05.
Ruang Senat bergemuruh dengan tepuk tangan saat Booker memecahkan rekor tersebut.
Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, bahkan melakukan standing ovation untuk menandai momen itu.
Baca juga: Sebelum Syahid, Jubir Al-Quds Abu Hamza Sampaikan Pesan Perlawanan di Pidato Terakhirnya
"Tahukah Anda betapa bangganya kaukus ini terhadap Anda? Tahukah Anda betapa bangganya Amerika terhadap Anda?" kata Schumer.
Booker mengutip warisan para pemimpin seperti mendiang anggota kongres dan aktivis hak-hak sipil John Lewis.
"Saya bangkit hari ini dengan cara yang tidak biasa," ujar Booker, sebelum mengutip seruan Lewis,"mendapatkan masalah yang baik, masalah yang perlu, membantu menebus jiwa Amerika".
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.