Kamis, 3 April 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Remaja Palestina Meninggal di Penjara Israel Setelah Enam Bulan Ditahan Tanpa Dakwaan

Remaja Palestina, Walid Ahmad (17), meninggal di Penjara Megiddo, Israel, setelah ditahan selama enam bulan tanpa dakwaan.

RNTV/TangkapLayar
SERANGAN UDARA - Militer Israel melakukan serangan udara peringatan di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Jumat (28/3/2025). - Seorang remaja Palestina, Walid Ahmad (17), meninggal di Penjara Megiddo, Israel, setelah ditahan selama enam bulan tanpa dakwaan. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang remaja Palestina, Walid Ahmad (17), meninggal di Penjara Megiddo, Israel, setelah ditahan selama enam bulan tanpa dakwaan.

Associated Press (AP) melaporkan bahwa Walid pingsan dalam keadaan yang tidak jelas dan kemudian dinyatakan meninggal.

Ia menjadi tahanan Palestina pertama di bawah usia 18 tahun yang meninggal dalam tahanan Israel sejak perang Gaza dimulai.

Keluarga Walid menyatakan ia adalah seorang siswa sehat sebelum ditangkap pada September lalu atas dugaan melempar batu ke arah tentara Israel.

Mereka meyakini ia tertular disentri amuba akibat kondisi sanitasi buruk di penjara, yang menyebabkan diare, muntah-muntah, dan pusing.

Jika tidak diobati, penyakit ini bisa berakibat fatal.

Pengacara Walid, Firas al-Jabrini, mengungkapkan bahwa otoritas Israel menolak permintaannya untuk mengunjungi kliennya.

Menurut tiga tahanan yang bersama Walid, penyakit tersebut menyebar luas di kalangan pemuda Palestina dalam fasilitas penahanan.

Kementerian Keamanan Nasional Israel telah mengakui bahwa kondisi di dalam penjara telah dikurangi ke tingkat minimum yang diizinkan menurut hukum Israel.

Kematian yang Memicu Kecaman

Baca juga: Mantan Pilot Israel Kecam Serangan di Gaza: Ini Genosida, Dunia Harus Bertindak!

Juru bicara Komisi Tahanan Otoritas Palestina, Thaer Shriteh, mengatakan Walid jatuh dan kepalanya terbentur batang logam hingga kehilangan kesadaran.

"Pihak penjara tidak menanggapi permintaan tahanan untuk perawatan darurat demi menyelamatkan nyawanya," katanya, mengutip saksi mata.

Organisasi Physicians for Human Rights Israel menyerukan penyelidikan independen atas kematian tahanan Palestina di penjara Israel.

"Kami mendesak masyarakat internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas kematian ini," kata Oneg Ben Dror dari organisasi tersebut.

Peningkatan Penahanan Massal

Sejak serangan Hamas pada Oktober 2023, lebih dari 14.000 warga Palestina telah ditahan oleh tentara Israel di Tepi Barat.

Banyak dari mereka ditahan dalam sistem penahanan administratif, di mana individu dapat ditahan tanpa dakwaan berdasarkan bukti yang tidak diungkapkan.

Walid menjadi tahanan Palestina ke-63 dari Tepi Barat atau Gaza yang tewas dalam tahanan Israel sejak perang dimulai, menurut Otoritas Palestina.

Data menunjukkan bahwa kondisi di penjara Israel semakin memburuk, dengan laporan tentang penyiksaan, kekurangan gizi dan fasilitas kesehatan yang tidak memadai.

Pihak berwenang Israel mengklaim bahwa semua kematian dalam tahanan sedang diselidiki, tetapi kelompok hak asasi manusia terus menyerukan transparansi dan akuntabilitas atas kondisi di dalam penjara.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Rekomendasi
  • AA

    Berita Terkini