Kamis, 3 April 2025

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.134: Senat AS Ajukan Sanksi Rusia Jika Tolak Negosiasi dengan Ukraina

Setengah dari anggota Senat Amerika Serikat, terdiri dari 25 Republikan dan 25 Demokrat mengusulkan sanksi bipartisan terhadap Rusia.

Kantor Kepresidenan Ukraina
ZELENSKY - Foto ini diambil pada Rabu (19/3/2025) dari publikasi resmi Kantor Presiden Ukraina, memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Presiden Finlandia Alexander Stubb (tidak terlihat dalam foto) di Helsinki pada Rabu (19/3/2025). Setengah dari anggota Senat Amerika Serikat, terdiri dari 25 Republikan dan 25 Demokrat mengusulkan sanksi bipartisan terhadap Rusia. 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia-Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari 2022 telah memasuki hari ke-1.134 pada Rabu (2/4/2025).

Setengah dari anggota Senat Amerika Serikat, terdiri dari 25 Republikan dan 25 Demokrat mengusulkan sanksi bipartisan terhadap Rusia.

Dalam perkembangan lain, Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS mengakui bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin secara aktif menolak upaya perdamaian terkait konflik dengan Ukraina.

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.134:

Senat AS Ajukan Sanksi Baru untuk Rusia jika Tolak Negosiasi dengan Ukraina

Setengah dari anggota Senat Amerika Serikat, terdiri dari 25 Republikan dan 25 Demokrat, telah mengusulkan sanksi bipartisan terhadap Rusia.

Langkah ini diambil jika Moskow menolak bernegosiasi dengan itikad baik dengan Ukraina atau mengabaikan kesepakatan damai yang mungkin terjadi.

Seperti dilaporkan oleh beberapa media internasional, undang-undang ini diprakarsai oleh Senator Republik Lindsey Graham dan Senator Demokrat Richard Blumenthal.

Dalam pernyataan mereka, kedua senator tersebut menegaskan sanksi ini akan mencakup tarif terhadap negara-negara yang membeli minyak, gas, uranium, dan produk Rusia lainnya.

"Sanksi terhadap Rusia mengharuskan tarif pada negara-negara yang membeli minyak, gas, uranium, dan produk Rusia lainnya.

Sanksi tersebut sangat memukul karena suatu alasan," ujar Graham dan Blumenthal dalam pernyataan mereka.

Baca juga: Hari ke-1.133 Perang Rusia-Ukraina: Pemimpin Militer Inggris, Prancis, dan Ukraina Siap Bertemu

Langkah ini mencerminkan tekanan internasional yang semakin meningkat terhadap Rusia, terutama dalam konteks perang yang masih berlangsung di Ukraina.

Dengan adanya dukungan bipartisan di Senat, usulan sanksi ini berpotensi memiliki dampak besar dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Rusia.

Putin Dituding Tolak Upaya Perdamaian, Barat Tingkatkan Tekanan

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa pejabat di Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS mengakui Presiden Rusia Vladimir Putin secara aktif menolak upaya perdamaian terkait konflik dengan Ukraina.

Menurut sumber di pemerintahan AS, diskusi sedang berlangsung mengenai cara mendorong Rusia agar lebih terbuka terhadap kesepakatan damai.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Rekomendasi
  • AA

    Berita Terkini