Konflik Rusia Vs Ukraina
Kharkiv Diguncang 15 Ledakan, Serangan Drone Rusia Lukai Warga dan Rusak Puluhan Bangunan
Pada Rabu (2/4/2025), Kharkiv diguncang oleh sekitar 15 ledakan yang berasal dari serangan pesawat tak berawak (drone) Rusia.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Pada Rabu (2/4/2025), Kharkiv diguncang oleh sekitar 15 ledakan yang berasal dari serangan pesawat tak berawak (drone) Rusia.
Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, dan kepala pemerintahan daerah, Oleh Synegubov, mengonfirmasi kejadian ini, Suspilne melaporkan.
Serangan tersebut terjadi setelah tengah malam, dengan fokus di distrik Kholodnohirskyi.
Menurut laporan Angkatan Udara Ukraina, serangan ini dilakukan oleh drone Rusia yang menyebabkan kebakaran besar di beberapa lokasi.
Salah satu area yang terdampak adalah sebuah rumah pribadi di distrik Kholodnohirskyi, yang disertai dengan kebakaran pada atap sebuah gedung empat lantai.
Kebakaran melanda area seluas 1.500 meter persegi, merusak dua bangunan industri dan lebih dari 10 rumah di sektor swasta.
Sejauh ini, telah dilaporkan bahwa setidaknya tiga orang terluka akibat serangan ini, termasuk seorang bayi berusia 9 bulan.
Selain itu, lebih dari 20 rumah mengalami kerusakan dan proses pemadaman kebakaran masih berlangsung.
Para petugas utilitas dan penyelamat bekerja untuk menutup perimeter rumah-rumah yang rusak dan memadamkan api.
Direktur Departemen Darurat Kota Kharkiv, Bohdan Hladkykh, melaporkan bahwa wilayah yang terkena serangan sangat luas dan jumlah rumah yang rusak kemungkinan akan bertambah.
Patroli rumah ke rumah terus dilakukan untuk mengidentifikasi kerusakan lebih lanjut.
Sementara itu, pihak berwenang menyelidiki lebih lanjut dampak dari serangan UAV Rusia ini.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.134: Senat AS Ajukan Sanksi Rusia Jika Tolak Negosiasi dengan Ukraina
Menurut laporan, serangan ini menargetkan dua perusahaan sipil yang memproduksi barang-barang rumah tangga, bukan fasilitas militer, sehingga semakin memperparah situasi bagi warga sipil.
Selain itu, beberapa warga yang terkena dampak mengalami reaksi stres akut akibat serangan tersebut, termasuk keluarga yang terdiri dari wanita, pria, dan anak-anak.
Hingga saat ini, ancaman serangan Rusia masih tetap ada, dengan pejabat setempat terus memantau kondisi dan melakukan upaya penyelamatan.
(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.