Rencana Kunjungan Netanyahu ke Hungaria Dikecam Sebagai Penghinaan terhadap Hukum Internasional
Hungaria sebenarnya berkewajiban mematuhi putusan ICC, tetapi hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Budapest terkait kunjungan Netanyahu.
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok hak asasi manusia berbasis di Gaza, Al Mezan, meminta Hungaria untuk menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat ia mengunjungi negara itu pada Rabu.
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) sebelumnya telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang terhadap warga Palestina di Gaza.
Sebagai penandatangan Statuta Roma yang membentuk ICC, Hungaria memiliki kewajiban untuk melaksanakan putusan pengadilan, termasuk menangkap Netanyahu jika ia berada di wilayahnya.
Al Mezan mengkritik kegagalan Hungaria dalam memenuhi kewajiban ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap Statuta Roma.
“Kegagalan menangkapnya adalah pelanggaran serius terhadap kewajiban Statuta Roma Hungaria & pesan yang jelas bahwa para tersangka penjahat perang diterima di Uni Eropa,” tulis Al Mezan di media sosial.
Kelompok HAM ini juga mendesak Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk mengutuk pelanggaran tersebut jika kunjungan Netanyahu tetap berlangsung tanpa penangkapan.
Mereka menegaskan bahwa hal ini mencederai prinsip-prinsip supremasi hukum dan keadilan internasional.
Netanyahu Tetap Kunjungi Hungaria Meski Terancam Surat Perintah Penangkapan ICC
Netanyahu tetap akan mengunjungi Hungaria meskipun diburu ICC.
Diberitakan sebelumnya, Kantor Netanyahu mengumumkan perjalanan ini pada Minggu (30/3/2025).
Israel menekankan kunjungan Netanyahu dilakukan atas undangan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban.
Baca juga: Manuver Netanyahu Pilih Kepala Shin Bet Eli Sharvit, Lawan Putusan Mahkamah Agung, Gegara Bisikan AS
Menurut laporan Al Jazeera, perjalanan ini dijadwalkan berlangsung dari Rabu (2/4/2025) hingga Minggu (6/4/2025).
Orban, yang dikenal sebagai pemimpin nasionalis sayap kanan, kerap berselisih dengan Uni Eropa terkait norma demokrasi dan secara terbuka menegaskan bahwa Hungaria tidak akan menegakkan keputusan ICC.
Pada November lalu, Hungaria juga membatalkan pengakuan terhadap surat perintah penangkapan tersebut.
Menurut laporan The Times of Israel, Netanyahu berencana memanfaatkan kunjungannya untuk mendapatkan dukungan Hungaria terhadap rencana Presiden AS, Donald Trump, mengenai Gaza.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.