Sosok Melki Laka Lena, Gubernur NTT yang Dukung Proses Hukum terhadap Penganiaya Prada Lucky
Gubernur NTT Melki Laka Lena mendukung penuh proses hukum terhadap pelaku penganiayaan terhadap prajurit muda TNI Prada Lucky.
Penulis: David AdiAdi
Editor: Febri Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM – Kasus penganiayaan yang membuat seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia dari matra Angkatan Darat (TNI AD) bernama Prada Lucky Chepril Saputra Namo meninggal dunia kini disorot banyak pihak.
Prada Lucky tewas diduga akibat dianiaya oleh seniornya.
Adapun sejumlah 20 orang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Prada Lucky.
Prada Lucky adalah seorang prajurit muda TNI yang bertugas di Yonif TP 834/Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Kabupaten Nagekeo berjarak sekitar 580 km dari ibu kota NTT ,yakni Kupang. Jika melalui perjalanan darat, akan dibutuhkan waktu hampir 20 jam perjalanan.
Salah satu tokoh yang ikut berduka terhadap kematian Prada Lucky adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena atau Melki Laka Lena.
Melki Laka Lena menyampaikan dukacita yang mendalam terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Baca juga: Menko Polkam Pastikan Proses Hukum Kasus Tewasnya Prada Lucky Transparan dan Objektif
Ia juga akan mendukung proses hukum terhadap para pelaku penganiayaan dan kekerasan yang membuat Prada Lucky meninggal dunia.
Berikut sosok dan rekam jejak dari Melki Laka Lena.
Sosok dan Rekam Jejak
Berdasarkan penelusuran Tribunnews, Emanuel Melkiades Laka Lena atau yang dikenal Melki Laka Lena menjabat sebagai Gubernur NTT.
Pria kelahiran Kupang, 10 Desember 1976, itu telah menjabat sebagai Gubernur NTT sejak 20 Februari 2025.
Mengenai pendidikan, Melki Laka Lena telah menyandang gelar Sarjana di bidang Farmasi. Bahkan ia juga telah menempuh pendidikan profesi Farmasi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada tahun 2001 hingga 2002.
Adapun riwayat pendidikan dari Melki Laka Lena sebagai berikut:
- SDK Don Bosco 3 Kupang (1983–1989)
- SMP Seminari Pius XII Kisol Manggarai Timur (1989–1990), namun lulus dari SMPK Frateran Ndao, Kabupaten Ende (1990–1992)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.