Indonesia Rawat Warga Gaza Banjir Kritikan, Dianggap Muluskan Rencana Israel-AS Caplok Gaza
Rencana Indonesia untuk merawat warga Gaza yang terluka justru banjir kritikan karena dianggap melanggar hukum humaniter hingga muluskan Israel.
Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha

TRIBUNNEWS.COM - Rencana pemerintah Indonesia untuk merawat 2.000 warga Gaza yang terluka akibat menjadi korban perang ke Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berujung banjir kritikan.
Pemerintah pun dikhawatirkan akan dikaitkan dengan rencana pengambilalihan Gaza oleh Israel seperti yang sudah disampaikan oleh Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu pada Minggu (10/8/2025).
Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana.
Dia mengungkapkan kekhawatirannya itu semakin muncul ketika sudah adanya diskusi antara badan intelijen nasional Israel, Mossad, dengan utusan khusus dari Amerika Serikat (AS) untuk pemberian insentif terhadap Indonesia dan negara lainnya yang dianggap turut membantu dalam pengosongan Gaza.
"Saya beranggapan bahwa tindakan ini sangatlah tidak tepat. Jangan sampai Indonesia nanti dikatakan oleh Israel tidak bisa membedakan antara naif dengan bodoh."
"Petinggi Mossad, David Barnea, dilaporkan telah berdiskusi dengan utusan khusus dari Amerika Serikat, Steve Witkoff, guna meminta dukungan pemberian insentif kepada Indonesia dan empat negara lan," ujarnya dikutip dari program Sapa Indonesia Pagi di YouTube Kompas TV, Selasa (12/8/2025).
Hikmahanto pun menilai Indonesia akan dikaitkan dengan Israel soal rencana pengosongan Gaza jika menerima insentif yang dimaksud.
Baca juga: Wasiat Terakhir Anas al-Sharif, Jurnalis Gaza yang Gugur dalam Serangan Israel
Sehingga, sambungnya, Indonesia justru melanggar hukum humaniter internasional dan bertentangan dengan cita-cita rakyat Palestina yaitu kemerdekaan.
"Jadi kalau misalnya katakanlah pemerintah Indonesia menerima (insentif), pasti dikaitkan dengan masalah ini (rencana Israel untuk mengosongkan Gaza)."
"Dan ini bertentangan dengan hukum humaniter internasional dan ini bertentangan dengan apa yang diperjuangkan oleh rakyat Palestina yaitu masalah tanah," tegasnya.
Di sisi lain, Hikmahanto pun mengandaikan jika memang rencana Indonesia untuk mengobati warga Gaza di Pulau Galang, apakah ada jaminan mereka akan bisa kembali ke Palestina.
"Ini yang harus menjadi pertanyaan. Jangan sekali-kali kita itu naif," jelasnya.
Upaya Indonesia akan Muluskan Rencana Netanyahu dan Trump Caplok Gaza
Kritikan juga disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, yang menyebut rencana Indonesia untuk merawat warga Gaza akan menguntungkan PM Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden AS, Donald Trump.
Anwar menyinggung soal Trump yang pernah menyatakan AS bakal mengambil Gaza setelah warnganya direlokasi ke lokasi lain.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.