Cucu Mantan Ketua MUI: Rencana Israel Kuasai Gaza Adalah Genosida Terselubung
Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris, mengecam keras rencana Pemerintah Israel di bawah pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Wahyu Aji

Hasiolan EP/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cucu dari KH Hasan Basri, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris, mengecam keras rencana Pemerintah Israel di bawah pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengambil alih kendali penuh atas Kota Gaza.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang melarang aneksasi dan pendudukan paksa wilayah suatu bangsa.
“Penguasaan Gaza oleh Israel adalah bentuk genosida terselubung, memaksa rakyat Palestina meninggalkan tanah airnya. Gaza adalah bagian integral dari Palestina, dan rakyatnya berhak hidup merdeka di tanah mereka sendiri. Upaya menghapus hak itu adalah pelanggaran terhadap martabat kemanusiaan dan hukum internasional. Dunia internasional harus bertindak tegas agar rencana ini tidak terwujud,” tegas Fahira, dikutip Senin (11/8/2025).
Fahira menguraikan lima langkah strategis yang perlu segera ditempuh masyarakat internasional untuk mencegah tragedi kemanusiaan dan pelanggaran hukum lebih lanjut di Gaza:
1. Sanksi diplomatik dan ekonomi terarah — termasuk pembekuan kerja sama militer, penghentian penjualan senjata, dan penangguhan investasi strategis terhadap Israel hingga rencana tersebut dibatalkan.
2. Pengakuan kolektif terhadap negara Palestina — memberi legitimasi diplomatik yang lebih kuat di forum internasional.
3. Tekanan melalui PBB dan lembaga hukum internasional — mendorong Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi larangan, serta mendorong Mahkamah Internasional dan Mahkamah Pidana Internasional menyelidiki kemungkinan kejahatan perang.
4. Pengiriman bantuan kemanusiaan dengan jaminan keamanan internasional — membentuk koridor kemanusiaan yang dilindungi pasukan penjaga perdamaian untuk menjamin distribusi bantuan.
5. Diplomasi multilateral yang tegas — mengajak OKI, Uni Eropa, Uni Afrika, dan ASEAN bersatu membentuk tekanan kolektif dan berkelanjutan terhadap Israel.
“Sekali lagi, Gaza adalah bagian Palestina yang tak terpisahkan. Setiap upaya untuk merampasnya adalah wajah fasis Israel yang memanfaatkan kekerasan dan aksi militer untuk mengusir bangsa Palestina,” pungkas Fahira, yang juga dikenal sebagai aktivis Bela Palestina.
Rencana Israel menguasai Gaza telah memicu gelombang protes dari berbagai pihak. PBB dan Uni Eropa memperingatkan risiko memburuknya krisis kemanusiaan, sementara sejumlah negara mulai meninjau ulang hubungan militer dan investasi mereka dengan Israel.
Siapa Fahira Idris?
Fahira Idris adalah seorang politikus, aktivis sosial, dan pengusaha asal Indonesia. Ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mewakili daerah pemilihan DKI Jakarta sejak tahun 2014 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.
Lahir pada 20 Maret 1968 di Jakarta, Fahira merupakan putri dari Fahmi Idris, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Perindustrian Indonesia, dan cucu dari KH. Hasan Basri, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial sejak muda.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.