Bambang Widjojanto Curiga Kematian Arya Daru karena Pembunuhan, Ponsel Hilang Jadi Bukti
Bambang Widjojanto curiga kematian Arya Daru karena pembunuhan, ponsel korban hilang jadi bukti kunci kasus misterius ini.
Editor: Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua KPK 2011-2015 Bambang Widjojanto curiga kematian diplomat Arya Daru bukan bunuh diri, melainkan pembunuhan, karena ponsel korban hingga kini belum ditemukan.
Keluarga diplomat Arya Daru dikabarkan menerima surat misterius setelah kematian Arya.
Surat tersebut berisi simbol-simbol aneh seperti bintang, love, dan bunga yang menimbulkan berbagai tafsir.
Surat misterius atau surat kaleng adalah jenis surat yang tidak mencantumkan identitas pengirim, baik nama maupun alamat.
Surat ini biasanya dikirim secara anonim dan sering kali menimbulkan rasa penasaran, curiga, atau bahkan ketakutan bagi penerimanya.
Pengertian Surat Kaleng
Menurut KBBI:
Surat kaleng = surat buta / surat gelap
Tidak mencantumkan nama dan alamat pengirim
Umumnya berisi kritik, celaan, atau tuduhan
Dalam praktiknya:
Sering digunakan untuk menyampaikan keluhan atau tuduhan terhadap pejabat, instansi, atau individu
Bisa juga berisi ancaman, gosip, atau informasi rahasia
Atas munculnya surat itu, Bambang Widjojanto, seorang tokoh hukum dan aktivis hak asasi manusia yang dikenal luas di Indonesia karena kiprahnya dalam pemberantasan korupsi dan advokasi keadilan sosial, memberikan analisa.
Sebelum di KPK, dia berpengalaman di sejumlah lembaga seperti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Indonesian Corruption Watch (ICW), dan Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN). Bahkan, dia pernah menjadi Ketua YLBHI (1995–2000), menggantikan Adnan Buyung Nasution
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.