Tunggu 2.0 detik untuk membaca artikel
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE
tag populer

Wasiat Terakhir Anas al-Sharif, Jurnalis Gaza yang Gugur dalam Serangan Israel

Jurnalis Gaza Anas Al-Sharif gugur dalam serangan Israel. Wasiat terakhirnya serukan dunia tak melupakan Gaza dan perjuangan kebenaran.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Wasiat Terakhir Anas al-Sharif, Jurnalis Gaza yang Gugur dalam Serangan Israel
tangkap layar/x
DIBUNUH ISRAEL - Kolase koresponden Al Jazeera Anas al-Sharif hasil tangkap layar, Senin (11/8/2025). Anas, bersama empat jurnalis lain Al Jazeera dibunuh Israel lewat sebuah pengeboman di dekat Rumah Sakit Al Shifa, Kota Gaza, Palestina, Minggu (10/8/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Anas Al-Sharif, jurnalis muda Al Jazeera yang menjadi suara warga Gaza di tengah blokade informasi, tewas dalam serangan Israel bersama empat rekannya. Sebelum gugur, ia meninggalkan wasiat yang menggugah, berisi pesan agar dunia tak melupakan Gaza dan perjuangan kebenaran.

Anas Al-Sharif adalah seorang jurnalis dan videografer Palestina yang bekerja untuk Al Jazeera Arabic, dikenal luas karena liputannya yang berani dari Gaza utara selama perang Israel-Palestina. 

Ia tewas dalam serangan udara terarah oleh militer Israel pada 10 Agustus 2025, bersama empat rekannya, saat berada di tenda jurnalis di dekat Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza

Saat gencatan senjata di Gaza berlaku pada Januari, Anas Al-Sharif tampil di televisi melepas perlengkapan pelindungnya, disambut sorak gembira warga yang berharap akhir penderitaan 2 juta rakyat Palestina.

Namun, tujuh bulan kemudian, jurnalis berusia 28 tahun itu tewas dibombardir Israel di Kota Gaza.

Wartawan peliput perang memakai perlengkapan pelindung karena mereka bekerja di zona konflik berisiko tinggi, di mana keselamatan fisik bisa terancam kapan saja.

Perlengkapan ini bukan sekadar aksesori—itu adalah alat penyelamat nyawa.

Rekomendasi Untuk Anda

Tujuan Utama Perlengkapan Pelindung

Melindungi dari tembakan dan ledakan 

Helm balistik dan rompi antipeluru dirancang untuk menahan serpihan, peluru, atau tekanan dari ledakan.

Identifikasi sebagai jurnalis 

Tulisan besar “PRESS” di rompi atau helm membantu membedakan mereka dari kombatan, agar tidak dijadikan target.

Meningkatkan peluang bertahan hidup 

Dalam situasi seperti serangan udara atau baku tembak, perlindungan fisik bisa menjadi penentu hidup dan mati.

Mematuhi protokol keselamatan internasional 

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas