Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.266, Trump: Putin-Zelensky Harus Tukar Tanah untuk Damai
Perang Rusia-Ukraina hari ke-1266, Trump menyarankan Presiden Rusia Putin dan Presiden Ukraina Zelensky agar tukar-menukar tanah untuk berdamai.
Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Febri Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.266 pada Selasa (12/8/2025), memperpanjang perang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Dalam perkembangan politik, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Trump, yang berperan sebagai penengah untuk Rusia dan Ukraina, berharap pertemuan yang konstruktif dengan Putin pada Jumat mendatang.
"Saya akan berbicara dengan Vladimir Putin dan saya akan berkata, 'Anda harus mengakhiri perang ini,'" kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari Senin (11/8/2025).
"Saya ingin gencatan senjata yang cepat, sangat cepat," lanjutnya, menurut laporan AFP.
Trump menjelaskan ia akan menghubungi Zelensky dan para pemimpin Eropa setelah ia bertemu dengan Putin.
"Pertemuan berikutnya akan berlangsung antara Zelensky dan Putin, atau Zelensky, Putin, dan saya. Saya akan hadir jika diperlukan," katanya.
Ia juga mengungkapkan kekecewaan atas penolakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyerahkan wilayah kepada Rusia sebagai bagian dari perjanjian untuk mengakhiri konflik.
Trump menekankan bahwa dia sedikit terganggu oleh pernyataan Zelensky bahwa dia membutuhkan persetujuan konstitusional untuk setiap konsesi teritorial.
"Saya sedikit terganggu oleh fakta bahwa Zelensky mengatakan saya harus mendapatkan persetujuan konstitusional," kata Trump.
"Maksud saya, dia sudah dapat izin untuk berperang, tapi dia butuh izin untuk tukar-menukar tanah? Karena nanti akan ada tukar-menukar tanah," katanya.
Baca juga: Serangan Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia, Picu Ledakan dan Kerusakan, 1 Orang Tewas
Perang Rusia di Ukraina yang dimulai pada tahun 2022 merupakan buntut panjang dari ketegangan antara Ukraina dan Rusia sejak pecahnya Uni Soviet pada Desember 1991.
Dalam pidato setelah meluncurkan invasinya pada 24 Februari 2022, Putin ia ingin menghilangkan kemampuan militer Ukraina yang dianggap mengancam Rusia, menyingkirkan unsur "neo-Nazi" yang dituduh ada dalam pemerintahan Ukraina, membela etnis Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk dari dugaan penindasan.
Selain itu, Rusia ingin mencegah Ukraina bergabung dengan aliansi NATO atau menjadi basis Barat, dan menolak keberadaan militer NATO di perbatasan Rusia.
Rusia Siapkan Pasukan untuk Serangan Baru
Presiden Ukraina Zelensky mengatakan Rusia sedang mempersiapkan pasukannya untuk serangan baru, alih-alih bersiap untuk menghentikan perang di Ukraina, menjelang perundingan antara Vladimir Putin dan Donald Trump di Alaska pada hari Jumat.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.