Tunggu 2.0 detik untuk membaca artikel
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE
tag populer

Balas Sanksi Trump, Warga India Ramai-Ramai Boikot Produk Buatan AS

Warga India gelar aksi boikot terhadap produk-produk asal Amerika Serikat, sebagai balasan atas sikap Trump yang pukul India pakai tarif 50 persen

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Garudea Prabawati
zoom-in Balas Sanksi Trump, Warga India Ramai-Ramai Boikot Produk Buatan AS
Tangkapan layar dari healthline.com
BOIKOT PRODUK AS - Warga India gelar aksi boikot terhadap produk-produk asal Amerika Serikat seperti seperti McDonald’s, Coca-Cola, Amazon, dan Apple, sebagai balasan atas sikap Trump yang pukul India pakai tarif 50 persen. 

TRIBUNNEWS.COM - Aksi boikot produk-produk asal Amerika Serikat (AS) semakin memanas di India setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif 50 persen pada barang-barang asal India.

Aksi boikot dilakukan warga India sebagai bentuk kemarahan para eksekutif bisnis, pendukung Perdana Menteri Narendra Modi, dan berbagai kelompok masyarakat atas kebijakan tarif AS yang baru-baru ini mengerek tarif impor.

Selain itu, AS mengancam akan menaikkan tarif lebih tinggi jika India tetap melanjutkan pembelian minyak dan senjata dari Rusia.

Sebagai bentuk balasan, produk-produk asal AS seperti McDonald’s, Coca-Cola, Amazon, dan Apple kini menghadapi gelombang seruan boikot di India.

Seruan tak hanya disuarakan di media sosial namun hingga aksi lapangan, dimana massa membagikan daftar alternatif produk India, mulai dari sabun mandi, pasta gigi, hingga minuman dingin.

Adalah Manish Chowdhary, pendiri Wow Skin Science India, jadi tokoh paling vokal mendukung aksi boikot ini.

Dalam akun LinkedIn, Chowdhary mengunggah sebuah video yang mengajak petani dan pelaku startup mendukung produk “Made in India” agar menjadi tren global, mencontoh kesuksesan Korea Selatan dengan industri makanan dan kecantikannya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kita sudah terlalu lama mengantri membeli produk dari ribuan mil jauhnya, sementara merek lokal kita berjuang di pasar sendiri,” tegasnya, dikutip dari The Daily Star.

Senada, Rahm Shastry, CEO DriveU India, menyarankan India menciptakan platform digital setara Twitter, Google, atau WhatsApp buatan lokal, seperti yang dilakukan Tiongkok.

Bahkan Perdana Menteri Narendra Modi turut menggaungkan kemandirian ekonomi.

Baca juga: Tarif Trump Bikin India Cari Sekutu Baru, PM Modi Pilih Dekati China, Merapat ke Xi Jinping

Dalam acara di Bengaluru, ia mengatakan perusahaan teknologi India selama ini membuat produk untuk dunia, namun kini saatnya memprioritaskan kebutuhan dalam negeri.

Tak semua setuju lakukan boikot

 Meski seruan boikot menguat, tidak semua warga setuju. Di salah satu gerai McDonald’s di Lucknow, beberapa warga terlihat menikmati kopi tanpa peduli polemik tarif.

“Tarif itu urusan diplomasi. McPuff dan kopi saya tidak seharusnya ikut dibawa-bawa,” ujar ajat Gupta (37).

Menariknya, di tengah gelombang sentimen anti-AS, Tesla justru membuka showroom keduanya di India pada Senin (11/8/2025) di New Delhi.

Acara ini dihadiri pejabat Kementerian Perdagangan India dan perwakilan Kedutaan Besar AS, menandakan bahwa peluang kerjasama dagang kedua negara masih terbuka, meski dibayangi ketegangan politik dan ekonomi.

Boikot Bisa Jadi Pukulan Bagi AS

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas