Tunggu 2.0 detik untuk membaca artikel
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE
tag populer

MUI Kecam Serangan Israel Tewaskan 5 Wartawan di Gaza, Soroti Ancaman Kebebasan Pers Global

MUI mengecam serangan Israel yang menewaskan lima wartawan di Gaza, menyoroti bahaya serius bagi kebebasan pers di seluruh dunia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Acos Abdul Qodir
zoom-in MUI Kecam Serangan Israel Tewaskan 5 Wartawan di Gaza, Soroti Ancaman Kebebasan Pers Global
Tangkap layar YouTube Al Jazeera English
ISRAEL BUNUH JURNALIS - Tangkap layar YouTube Al Jazeera English pada 11 Agustus 2025, memperlihatkan dokumentasi saat Anas al-Sharif meliput perang di Gaza. Inilah 7 fakta atas meninggalnya jurnalis Al Jazeera, Anas al-Sharif dan timnya dalam serangan udara Israel di Gaza pada Minggu, 10 Agustus 2025. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa serangan militer Israel yang menewaskan lima wartawan Al Jazeera di Gaza bukan sekadar pelanggaran HAM, melainkan ancaman global terhadap kebebasan pers.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai tindakan tersebut sebagai upaya sistematis untuk membungkam saksi mata dan menghalangi dokumentasi independen atas konflik.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis Senin (11/8/2025), Sudarnoto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya lima jurnalis Al Jazeera: Anas al-Sharif, Mohammed Qreiqeh, Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal, dan Moamen Aliwa, yang tewas dalam serangan udara Israel di luar Rumah Sakit al-Shifa, Gaza City.

“Majelis Ulama Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam sekaligus mengecam dengan sekeras-kerasnya tindakan militer Israel yang telah membunuh lima wartawan Al Jazeera melalui serangan udara yang sangat brutal,” ujar Sudarnoto.

Ia menegaskan bahwa serangan terhadap jurnalis bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga ancaman terhadap ekosistem informasi global.

“Tanpa keberadaan jurnalis, dinding kebisuan tumbuh dan impunitas semakin melebar,” tegasnya.

Sudarnoto juga mengecam tuduhan militer Israel yang melabeli wartawan, termasuk Anas al-Sharif, sebagai teroris. Menurutnya, pelabelan semacam itu merupakan taktik untuk mendiskreditkan jurnalis yang kritis terhadap narasi resmi Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

“Praktik pelabelan teroris ini telah dikecam juga oleh organisasi HAM dan pers internasional sebagai upaya mendiskreditkan dan merasionalisasi pembunuhan jurnalis,” katanya.

Baca juga: Trump Incar Negara Pembeli Minyak Rusia, India dan China dalam Bidikan


 
Menurut Committee to Protect Journalists (CPJ)—organisasi nirlaba yang berbasis di New York dan berfokus pada perlindungan kebebasan pers—hingga 24 Juli 2025, sedikitnya 186 wartawan dan pekerja media tewas akibat konflik Gaza. Sementara International Federation of Journalists (IFJ), federasi jurnalis global yang mewakili lebih dari 600.000 jurnalis dari 140 negara, mencatat 164 korban dari kalangan jurnalis Palestina per Mei 2025.

Sudarnoto menyebut angka tersebut kemungkinan jauh lebih besar, mengingat banyaknya wilayah yang tidak terjangkau dokumentasi independen.

“Banyak kalangan yang memperkirakan jumlah korban dari kalangan wartawan jauh lebih besar,” ungkapnya.

MUI mendesak komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNESCO, CPJ, dan IFJ, untuk melakukan penyelidikan independen terhadap setiap serangan terhadap jurnalis. Ia juga menyerukan solidaritas global dari kalangan pers untuk mengecam tindakan Israel dan mendukung Mahkamah Internasional (ICJ) dalam menegakkan keadilan.

“Pers adalah garda terakhir dalam menceritakan kebenaran. Mereka harus dilindungi, bukan diserang,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas