Relokasi Pasar Barito

PSI Jakarta Mulai Senggol Megawati, Patung Fatmawati Dibilang Ambisi Pramono Bikin Senang Ketum PDIP

PSI menjadi Fraksi di DPRD Jakarta yang paling lantang mengkritisi pembangunan Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan.

Megawati dan Pramono (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima) dan August (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)
SENGGOL MEGAWATI - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat peletakan batu pertama pembangunan Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025), dengan tempelan foto Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) August Hamonangan. August mulai menyenggol Megawati dalam kritiknya soal pembangunan Taman Bendera Puasaka. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi Fraksi di DPRD Jakarta yang paling lantang mengkritisi pembangunan Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan.

Taman Bendera Pusaka sendiri merupakan revitalisasi dari Taman Ayodya, Taman Langsat dan Taman Leuser.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung ingin menjadikan gabungan taman di kawasan Barito, dekat Blok M itu sebagai ikon baru yang tersohor se-ASEAN.

Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berencana meletakkan patung penjahit bendera pusaka, Fatmawati, di area pusatnya.

Pramono mengajak ketua umumnya di PDIP yang juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, melaksanakan peletakkan batu pertama secara tertutup pada Jumat (8/8/2025). 

Megawati merupakan putri dari Fatmawati dan sang proklamator Sukarno.

Di sisi lain, pembangunan Taman Bendera Pusaka itu mengorbankan para pedagang Pasar Barito yang menjajakan hewan peliharaan seperti burung hingga kucing, termasuk pedagang buah dan warung makan.

Kendati Pemprov Jakarta ngotot merelokasi para pedagang, desain Taman Bendera Pusaka itu belum dibuka ke publik, akan jadi apa area pasar hewan yang sudah berdiri sejak 1970 itu.

Para pedagang Pasar Barito pun menolak direlokasi, bahkan sampai berunjuk rasa di depan kiosnya, pada Jumat (8/8/2025).

Senggol Megawati

Penasihat Fraksi PSI DPRD Jakarta, August Hamonangan, meminta Pramono agar tak memaksakan ambisinya membangun Taman Bendera Pusaka jika sampai mengorbankan para pedagang Pasar Barito.

"Kami memahami ambisi Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk menyatukan tiga taman guna menjadikan Jakarta kota yang lebih teduh dan membanggakan. Namun, ambisi ini tidak boleh mengorbankan nasib para pedagang Pasar Burung Barito," ucap August, Minggu (3/8/2025).

"Kami meminta Gubernur untuk mempertimbangkan kembali rencana ini. Pembangunan taman dapat ditunda terlebih dahulu sebelum Pemprov DKI mencapai kesepakatan dengan para pedagang," lanjutnya.

Anggota Komisi C DPRD Jakarta itu menilai rencana relokasi Pasar Barito itu tidak hanya mengancam pedagang-pedagang di 137 kios yang mengandalkan tempat itu untuk mencari nafkah.

Tetapi juga bagi para pembeli, terutama komunitas pecinta hewan yang berkunjung ke sana untuk mencari burung dan barang-barang perlengkapan lainnya.

"Kami menilai Pemprov DKI belum melakukan kajian mendalam terkait dampak relokasi terhadap pelanggan Pasar Burung Barito. Pelanggan pasar ini bukan hanya pembeli baru, tetapi juga pelanggan tetap yang mengandalkan pasar ini untuk mencari kebutuhan seperti pakan burung dan lain-lain," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved